Jambione.com, SAROLANGUN- Derasnya luapan air pada saat banjir di Sarolangun, tiga hari lalu menyebabkan satu jembatan di Desa Pulau Aro, Kecamatan Pelawan nyaris Ambruk. Jembatan dari kayu yang menghubungkan dua dusun tersebut mengalami patah tiang karena dihantam banjir. Akibatnya, warga takut melalui jembatan tersebut dan lebih memilih menggunakan perahu saat menyeberang, ataupun sebaliknya.
Informasi yang didapat, jembatan yang masih bertiang kayu dan beralas papan tersebut merupakan akses utama penghubung dua Dusun yang berada di desa tersebut. “Hampir roboh. Meski belum roboh, warga takut untuk lewat. Seberang jembatan itu ada dusun Dua dan dusun Tiga di Desa kami. Tiang tengahnya banyak yang patah karena banjir kemaren,” ungkap Ani, salah seorang warga Pulau Aro, Pelawan, Sarolangun. Rabu, (05/2) kemarin
Warga lainnya, Fahmi, juga mengatakan hal yang sama. Menurut dia, selain penghubung antar dusun, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses jalan warga desa Pulau Aro menuju kebun. "Itu jembatan penting bang. Kebun karet warga desa di sini banyak di seberang. Sekarang nyeberangnya pakai biduk," ungkapnya.
Menurut Fahmi, Masyarakat pernah mengusulkan kepada pemerintah kabupaten agar jembatan kayu tersebut direnovasi. Diganti dengan jembatan beton. Namun sayang hingga saat ini usulan tersebut tak kunjung terealisasi.
“Dulunya jembatan beton. Karena sudah lama, akhirnya runtuh juga. Sempat warga usulkan kembali, namun tak kunjung ada tindak lanjutnya. Setelah itu hanya ada upaya gotong royong warga setempat dengan bahan dan peralatan seadanya saja. Tapi hari ini runtuh juga,” jelasnya.
Sementara, Camat Pelawan, Deni Subhan mengaku akan mencari solusi yang tepat untuk jangka panjang jembatan tersebut. “Selanjutnya akan kami kordinasikan dengan dinas PU dan BPBD Sarolangun. Mudah-mudahan bisa membantu. Untuk langkah awal kita akan gotong royong dengan masyarakat memperbaikinya,” pungkasnya.(wel)