Jambione.com – Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di Wuhan, Tiongkok meminta untuk segera dievakuasi. Mereka merasa terancam karena wabah virus korona.
Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman mengatakan, alasan kenapa sampai saat ini belum adanya evakuasi terhadap WNI yang ada di Wuhan karena Tiongkok masih melarang negara-negara yang akan melakukan evakuasi terhadap warganya yang berada di Wuhan.
“Jadi berdasarkan surat yang kami terima dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) tertulis bahwa mereka tidak boleh keluar dan orang lain tidak boleh masuk,” ujar Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/1)
Menurut Fadjroel, pemerintah sudah melakukan pencegahan supaya virus korona tidak menyebar di Indonesia. Seperti melakukan penjagaan di pintu masuk bandara dan juga pelabuhan.
“Jadi memang sudah membuat sikap yang sudah tampak saat ini (pemerintah melakukan pencegahan),” katanya.
Fadjroel menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk melakukan evakuasi terhadap WNI yang berada di Kota Wuhan, Tiongkok. Sehingga dapat kembali ke tanah air.
“Ini menjadi perhatian dari presiden, karena kami tidak ingin meninggalkan seorang pun di mana pun,” ungkapnya.
Sementara itu pandangan berbeda diungkapkan oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) yang mengapresiasi sejumlah negara seperti Jepang, Amerika Serikat dan Jerman sudah memperoleh izin dari Tiongkok untuk mengevakuasi warganya dari kota Wuhan.
Ada 240 warga Amerika Serikat sudah dievakuasi, 206 warga Jepang juga sudah tiba di Tokyo dari Wuhan, serta besok Jerman juga akan mengevakuasi warganya. Diplomasi tingkat tinggi perlu dilakukan untuk memperoleh izin evakuasi tersebut. Bahkan, di Maroko, rajanya memimpin secara langsung rapat proses evakuasi.
“Kalau Raja Maroko yang di ujung barat Afrika Utara saja memimpin langsung rapat untuk pemulangan warganya dari Wuhan, saya membayangkan Presiden Jokowi juga memimpin rapat serupa untuk lakukan lobby tingkat tinggi, agar Pemerintah Indonesia diizinkan oleh Tiongkok untuk evakuasi WNI,” ujar HNW kepada JawaPos.com, Rabu (29/1).
Diketahui, dilansir dari situs resmi World Health Organization (WHO), Virus Korona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti MERS dan SARS.
Berdasarkan informasi, Virus Korona biasa ditemukan pada banyak spesies hewan seperti unta dan kelelawar. Namun Virus Korona yang menginfeksi hewan dapat berevolusi untuk menyerang manusia dan membuat orang sakit.(sumber: jawapos.com)
Menkeu Terima Banyak Curhatan Masyarakat soal Penyelewengan Dana Desa
Dukung Kegiatan HPN 2020, Menteri LH dan Kehutanan Siapkan Bibit Penanaman Pohon " Hutan PWI"
Antisipasi Virus Korona, Pemerintah Diminta Cabut Bebas Visa Tiongkok
Terisolasi di Wuhan, 12 Mahasiswa Unesa Dikasih Tambahan Uang Saku