JAMBIONE.COM, JAMBI – Arah dukungan sejumlah partai politik di Pilgub Jambi 23 September mendatang sudah mulai nampak. Seperti PPP yang memiliki 3 kursi di parlemen sudah menyatakan bakal merapat ke Walikota Jambi Syarif Fasha. Begitu pula PKS dan Hanura diprediksi juga akan melabuhkan dukungannya ke Fasha.
Kemudian, PAN yang memiliki 7 kursi di parlemen juga memastikan bakal mengusung sosok Ketua DPW PAN Provinsi Jambi H. Bakri. Begitu pula dengan partai Golkar yang hampir dipastikan bakal mengusung Cek Endra.
Sementara tiga partai besar, Demokrat, PDIP dan Gerindra sepertinya masih 'liar'. Demokrat misalnya. Partai pemilik 7 kursi di DPRD Provinsi Jambi ini memiliki kader yang gencar bersosialisasi, yakni Walikota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri (AJB). Namun sepertinya hal itu belum mengunci dukungan, karena AJB hanya maju sebagai calon wakil gubernur. Sementara partai berlambang mercy ini memprioritaskan mengusung kader sebagai calon gubernur.
Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi, Burhanudin Mahir saat ditemui di gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (20/1) kemarin. "Kita prioritas ke nomor satu (cagub)," katanya.
Cik Bur-sapaan akrab Burhanuddin Mahir mengatakan, Demokrat tetap akan memprioritaskan dukungan terhadap kader partai untuk diusung sebagai calon nomor satu. Bukan nomor dua. "Tetapi ada skala prioritas, yakni ada nomor satu dan dua. Kalau sekarang kita prioritas ke nomor satu terlebih dahulu," kata anggota DPRD Provinsi Jambi ini.
Cik Bur sepertinya juga memberi sinyal partainya berpeluang mengusung kandidat yang muncul saat ini dan siap menyiapkan Kartu Tanda Anggota (KTA) partai. "Kader bukan hanya kader murni. Jika mau bergabung dengan kita, akan kita usung. Asal mendaftar sebagai kader terlebih dahulu," jelasnya.
Menurut Cik Bur, saat ini Partai Demokrat masih merampungkan survei tahap kedua. Diperkirakan akan dipublis hasinya pada Maret mendatang. "Survei tahap pertama sudah rampung. Akan ada survei kedua. Setelah ada hasilnya baru lah kita umumkan untuk nama yang akan diusung," katanya.
Cik Bur juga mengatakan, setelah survei tahap kedua nanti, baru akan kelihatan siapa kandidat yang memperoleh hasil tertinggi. "Setelah mendapatkan hasil survei kedua, baru arah dukungan," ujarnya.
Sebelumnya, kader partai Demokrat Asafri Jaya Bakri (AJB) yang juga Ketua Majelis Pertimbangan Demokrat Provinsi Jambi menyatakan dukungan Demokrat ke dirinya sudah aman.
"Kalau masalah itu (dukungan Demokrat) amanlah itu," kata Walikota Sungai Penuh ini usai mengembalikan berkas penjaringan di DPD Hanura Provinsi Jambi, Rabu (15/01) lalu.
Disinggung terkait pertemuan Ketua DPD Demokrat, Burhanudin Mahir (Cik Bur) bersama Hasan Basri Agus (HBA) dan kandidat Bacagub Al Haris beberapa waktu lalu, yang disinyalir bakal menyatukan kandidat lain, AJB menanggapi santai. AJB mengatakan itu hal biasa. "Kita lihat saja endingnya nanti," tegasnya.
Hampir sama dengan Demokrat, PDI Perjuangan sepertinya juga masih gamang menentukan arah dukungan. Padahal partai pemilik 9 kursi di DPRD Provinsi Jambi ini memiliki dua kader potensial yang bakal maju di perebutan BH 1 mendatang. Yakni Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Safrial dan mantan Wakil Walikota Jambi Abdullah Sani.
Kedua politisi partai berlambang banteng moncong putih ini sama-sama gencar bersosialisasi ke tengah masyarakat. Hanya saja, Safrial menyatakan diri maju sebagai calon gubernur, sedangkan Abdullah Sani bakal maju sebagai calon wakil gubernur.
Safrial sendiri sudah mendaftar di sejumlah partai politik. Teranyar, Sabtu akhir pekan lalu, Bupati Tanjabbar ini mendaftar di Partai Gerindra yang memiliki 7 kursi di DPRD Provinsi Jambi. Kedatangan Safrial ke Gerindra juga mengejutkan, mengingat partai yang diketuai Sutan Adil Hendra ini sudah lama menutup proses penjaringan Bacagub.
Meski demikian, Ketua DPD Gerindra Provinsi Jambi sendiri menyatakan jika kandidat memiliki peluang yang sama untuk diusung Gerindra. Sedangkan Abdullah Sani digadang-gadang bakal berpasangan dengan Bupati Merangin Al Haris. Keduanya juga sering terlihat di berbagai acara. Al Haris juga sudah beberapa kali menegaskan jika sosok wakilnya di Pilgub Jambi 2020 adalah kader PDIP yakni Abdullah Sani.
Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi, Edi Purwanto mengatakan pihaknya cukup berhati-hati dalam memutuskan siapa yang akan diusung. Yang jelas kata dia, partainya memberi ruang kepada semua bakal calon untuk sosialisasi ke masyarakat.
"Saat ini hasil survei yang pertama sudah selesai. Sekarang ini kita juga akan lakukan survei kedua. Maret nanti baru akan kita ketahui siapa yang akan diusung," kata Edi ditemui di gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (20/1) kemarin.
Edi mengatakan, survei tahap awal, partainya menggandeng banyak lembaga survei dan hasilnya pun beragam. Tentu ini akan dicermati dan semua masih sangat dinamis. Makanya terlalu dini untuk memutuskan siapa yang akan diusung saat ini.
"Semua masih berpeluang, walaupun memang titik temunya nanti adalah kader. Karena di Pilgub Jambi, kami punya Safrial dan Abdullah Sani. Mereka berdua juga sudah turun sosialisasi," sebutnya.
Disinggung apakah survei tahap dua ini karena PDIP masih bingung dalam memutuskan siapa kader yang akan diusung nanti? Ketua DPRD Provinsi Jambi ini menegaskan pihaknya tidak bingung terhadap hal itu. Justru hal itu bagus dan memang diberikan ruang, ditambah lagi perkembangan politik kedepan masih sangat dinamis.
"Yang jelas kader kita itu harga mati. Kalau tidak dari kader, siapa yang diusung nanti harus menjadi kader PDIP. Hal seperti itu juga bisa dilakukan," tegas Edi Purwanto yang merupakan mantan Cawagub HBA pada Pilgub Jambi 2015 lalu.
Lalu bagaimana dengan Gerindra? Hingga saat ini partai berlambang kepala Burung Garuda itu juga masih gamang. Awalnya sempat beredar isu, Gerindra akan merapat ke Syarif Fasha. Kemudian, mencuat lagi isu, dukungan Gerindra mengarah ke Fachrori. Nah yang terannyar, diam diam Gerindra menerima pendaftaran Safrial. Padahal, partai yang memiliki 7 kursi di DPRD Provinsi ini sudah lama menutup pendaftaran bacagub.
‘’ Sekarang partai partai besar makin tak jelas. Belum lama ini PDIP mendadak menerima pendaftaran H Bakri. Padahal, mereka sudah lama tutup pendaftaran. Nah, kejadian serupa dilakukan juga oleh Gerindra. Mendadak menerima pendaftaran Safrial. Padahal pendaftaran bacagub sudah lama tutup. Jadi bisa disimpulkan pendaftaran balangub itu hanya formalitas atau akal akalan saja biar terlihat resmi. Sementara arah dukungan ditentukan oleh factor X. Tahulah kan apa Faktor X itu,’’kata salah seorang anggota partai besar di Jambi yang minta namanya tidak ditulis. (fey)