ZA Dinilai Layak Maju Pilgub Berpengalaman, Bersih dan Terbukti Kinerjanya

Selasa, 27 Agustus 2019 - 06:12:05 WIB - Dibaca: 2060 kali

(Kusnizar/Jambione.com)

JAMBI- Mantan Bupati Bungo dua periode, Zulfikar Ahmad (ZA) dinilai layak maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020 mendatang. Politisi senior partai Demokrat ini disebut memiliki kans besar memimpin bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah lima tahun mendatang. Pengalamannya memimpin Bungo dua periode dan duduk di senayan juga dua periode bisa jadi modal membawa perubahan Jambi kedepan.

            Anggota DPR RI asal Jambi, Handayani sangat mendukung ZA ikut berkompetisi di Pilgub Jambi mendatang. Menurutnya, dengan modal dua periode sebagai bupati dan wakil rakyat di Senayan, tentunya ZA sudah memiliki pengalaman di eksekutif maupun legislatif.  "Kalau bang ZA maju, aku dukung. Modal ada, bupati dua periode,  dewan juga dua periode," kata politisi PKB ini. 
            Tak hanya itu, Anggota DPR RI dua periode ini juga mengaku pernah berbicara langsung dengan ZA di gedung senayan perihal perpolitikan Jambi menjelang Pilgub. "Pernah saya bicara dengan beliau. Saya katakan abang (ZA) maju, saya dukung sepenuhnya. Dan respon di media sosial juga begitu besar saat saya memposting foto bersama ZA dengan tage 'bersama cagub Jambi'. Beliau hanya tersenyum," ungkap Handayani. 
            Menurut Handayani, dari sejumlah kandidat yang digadang-gadang bakal maju di Pilgub Jambi 2020 mendatang, ZA merupakan salah satu kandidat potensial. Selain berpengalaman, kata dia, ZA juga bersih. Selama memimpin Bungo hingga kini tidak pernah tersangkut kasus hukum. 
            Di sisi pemilih, lanjut Handayani, ZA cukup merata. Ini terbukti dengan raihan suara yang hampir merata saat menjadi Cagub Jambi 2010 lalu. "Jika maju, untuk menggaet suara di Kerinci, beliau bisa berkomunikasi dengan pak Ami Taher (mantan Cawagub) yang saat ini menjadi wabup Kerinci. Begitupun di daerah lainnya, hubungan beliau juga sangat bagus," sebutnya. 
            Saat dihubungi Koran ini, Zulfikar Ahmad (ZA) belum menyatakan kesiapannya maju di Pilgub mendatang. Namun dia menegaskan, untuk menjadi seorang pemimpin harus memiliki komitmen dan tidak dipengaruhi oleh siapa pun, termasuk istri maupun tim sukses.

"Kalau kita bicara pemimpin tidak ada di atas pemimpin. Istri jangan ikut campur dalam pemerintahan. Kalau di rumah tangga tidak ada masalah. Tapi kalau nak ngatur-ngatur rusaklah pemimpin," kata ZA sembari menyebutkan jika pernyataannya ini bukanlah menyidir kandidat lain. 
            Selanjutnya kata dia, tim sukses tidak boleh ikut campur setelah dilantik menjadi Gubernur nantinya. "Memberi pandangan boleh, untuk keputusan tetap ditangan seorang pemimpin. Pemimpin juga tidak boleh dendam. Apalagi tahu jika seorang tersebut tidak memilih dirinya," jelasnya. 
            "Siapapun yang akan menjadi pemimpin Jambi ke depan, ini lah yang harus dipegang. Kalau tidak, jangan lagi nak mengusul mau maju lagi. Pemimpin juga harus ikhlas," sambungnya. 
"Jambi ini harus maju, harus dibangun," tegasnya. 
            ZA mengakui dibujuk oleh Handayani untuk maju di Pilgub Jambi. Menurutnya, saat ini dirinya masih fokus dulu di Senayan. Mengingat, pelantikan dirinya sebagai anggota DPR RI untuk kedua kalinya akan dilaksanakan pada 1 Oktober mendatang. "Saya fokus dulu sebagai wakil rakyat, karena sebentar lagi akan dilantik," katanya. 

            ZA juga mengaku sudah didatangi sejumlah tokoh Jambi yang meminta dirinya maju kembali di hajatan lima tahunan mendatang. Namun saat ini dirinya tetap berkomitmen fokus mengabdikan diri sebagai wakil rakyat di senayan. 
            Meski demikian, ZA yang memiliki ciri khas sering mengenakkan topi koboy ini tak menampik jika nantinya ia bakal terjun kembali ke Pilgub jika dorongan dari masyarakat dan partai tempatnya bernaung. "Kita lihat saja nanti," ujarnya.
            Sementara, Pengamat Politik Jambi, Dony Yusra Pebrianto menilai, sebagai pemilik nama besar dan elaktabilitas tinggi tentu kans dan peluang Zulfikar Ahmad pada Pilgub Jambi 2020 sangat besar. Namun secara politik Zulfikar Ahmad punya jiwa politik yang sportif tingkat tinggi. "Kita masih ingat jiwa besar Zulfikar Ahmad pada Pilgub Jambi 2010, dan bagaimana sportifnya pula beliau terhadap pilihan Partai Demokrat pada Pilgub Jambi 2015 lalu," katanya. 
            "Membaca sikap sportif Zulfikar Ahmad dalam politik ke depan tentu kita yakin beliau adalah politisi siap tarung. Namun pandangan saya, kuncinya adalah pada Partai Demokrat sendiri. Apakah mengusung Zulfikar Ahmad atau tidak. Mengingat sportifitas dan loyalitas politik beliau yang tinggi, maka kecil sekali kemungkinan beliau bermanuver sana-sini. Beliau politisi berkomitmen tinggi," jelasnya. 
            Tapi, lanjut Dony, secara elektoral tentu beliau luar biasa sekalipun di kandang sendiri berkemungkinan akan bersaing ketat dengan petahana. Namun tentu dengan jualan prestasi selama membangun Bungo dan perhatian terhadap Jambi selama di senayan dengan banyak bekerja sedikit bicara, tentu nama Zulfikar Ahmad berkemungkinan mencuat. 
            "Semua kembali ke parpol pengusung. Yang pasti di internal partai Demokrat tentu harus berebut simpati dengan AJB yang juga sudah menyatakan siap maju," sebutnya. 
            Namun dalam menghadapi Pilgub ini, parpol pastinya akan bersikap realistis. Jadi dalam arti tidak ada jaminan juga akan pasti mengusung kader. Apalagi mengingat tidak ada parpol yang bisa mengusung calon sendiri tentu akan membuat tawaran politik akan sangat dinamis. 
            Lebih lanjut Dony mengatakan, dengan komposisi sebaran kursi partai saat ini peluang para bakal calon masih tinggi. Ditambah parpol akan bersikap realistis, tentu Pilgub kali ini akan sangat menarik. "Koalisi yang masih dinamis dan calon yang diusung juga dinamis membuat prediksi Pilgub Jambi bisa tiga pasang, tapi kecil kemungkinan lebih," katanya. 
            "Semua kembali ke dukungan parpol, mengingat calon independen sepertinya di Jambi tidak memiliki peluang bagus," pungkasnya.(fey)

 

Beberapa Data dan Fakta tentang Zulfikar Achmad

  • Pernah menjadi Bupati Bungo dua periode (2001-2006 dan 2006-2011)
  • Merintis pembangunan Bandara Bungo saat menjabat sebagai bupati
  • Pernah maju sebagai Cagub pada Pilgub Jambi 2010 berpasangan dengan Ami Taher.
  • Anggota DPR RI dapil Jambi dua periode
  • Tidak pernah tersangkut masalah hukum.




BERITA BERIKUTNYA