Giliran PBB Berulah, Siapkan Calon Alternatif Pengamat Nilai Wajar Fachrori Kurang Sreg dengan R

Jumat, 09 Agustus 2019 - 07:35:18 WIB - Dibaca: 4582 kali

()

JAMBI - Bak sinetron, drama pengajuan nama Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jambi terus memasuki episode baru. Belum lagi selesai masalah dengan NasDem yang menolak menandatangani keputusan dua nama akan diajukan, kini partai koalisi menghadapi masalah baru lagi. Kesepakatan partai koalisi –minus NaDem-- yang mengusulkan A Rahman dan Amin Nasution, seakan retak lagi.
            Salah satu partai koalisi, yakni PBB ternyata juga menyiapkan satu nama alternatif untuk diusulkan menjadi pendamping Fachrori Umar di sisa jabatannya hingga 2021 mendatang. 
Ketua DPW PBB Provinsi Jambi, Yulius Nur mengeaskan partainya memiliki nama cawagub arternatif , selain Rahman dan Ami. Bahkan dia mengaku keinginan mengajukan calon alternative tersebut sudah disampaikan ke koalisi partai. 
            "Kita mengusulkan ke teman-teman koalisi calon alternatif di luar dua nama yang ada ini," katanya dihubungi Kamis (8/8) kemarin. Menurutnya, untuk mengusulkan nama Cawagub harus memiliki beberapa criteria. Seperti memprioritaskan ketua-ketua partai dan juga para kader partai. "Yang ketiga tentu dapat diterima di semua kalangan, baik koalisi maupun Gubernur," jelasnya. 
            Lalu apakah keinginan ini sudah disampaikan ke koalisi, PAN, PKB dan Hanura? Yulius Nur mengaku sudah. Hanya saja belum secara formal. "Baru secara personal, belum bisa disebut nama partai," katanya. 
            Disinggung mengenai siapa calon alternatif tersebut, anggota DPRD Kota Jambi aktif ini enggan membeberkannya. Namun saat ditanya kesiapannya selaku ketua partai, sekiranya namanya yang diusulkan? "Saya siap," tegasnya. 
            Yulius juga mengatakan DPP PBB terus memantau perkembangan pengajuan nama Cawagub Jambi. Dan pihaknya terus berkonsultasi dan melaporkan segala sesuatu ke DPP. 
            Soal rencana pertemuan dengan Gubernur Jambi Fachrori Umar selaku pembina partai politik dan juga merupakan dewan pembina partai NasDem, Yulius Nur mengaku belum mendapatkan konfirmasi dari PAN selaku inisiator pertemuan. "Kan mereka masih di luar kota," sebutnya. 
            Mengenai respon Gubernur Jambi Fachrori yang seakan kurang sreg dengan A Rahman dan Amin Nasution, Yulius mengatakan surat usulan dua nama tersebut belum sampai ke Gubernur. "Kan surat belum sampai ke pak gubernur. Itu di luar kewenangan saya, apakah berkenan atau tidak,’’ katanya.

Meski tidak menyatakan secara tegas, dari nada ucapannya, secara inplisit Yulius sepertinya sudah membaca kalau Fachrori kurang sreg dengan A Rahman dan Amin. ‘’ Sebagai orang politik, seharusnya kita bisa membaca tanda-tanda," ujarnya.

Terpisah, Sekretaris DPW PAN Provinsi Jambi Ahmad Khusaini enggan mengomentari soal sikap PBB yang menyiapkan nama lain, di luar dua nama yang sudah disepakati tersebut. 
"No coment lah kalau soal itu. Biar kawan-kawan yang nilai sendiri lah," katanya dihubungi via ponsel, Kamis (8/8).

            Dia mengaku belum mengetahui masalah PBB itu, karena belum dibahas di koalisi. 
Terkait rencana pertemuan koalisi dengan Gubernur Jambi Fachrori Umar, Khusaini mengaku belum mendapatkan jadwal dari pihak Pemprov. "Belum dapat jadwal," ujarnya. 
            Sementara itu, pengamat politik dari Fisipol Unja, Mochammad Farisi menilai wajar dan sah sah saja Fachrori kurang sreg dengan A Rahman dan Amin, dua nama cawagub yang akan diusulkan partai koalisi. Karena, menurut dia, bicara cawagub tentunya harus memiliki kecocokan dengan Gubernur. Itu sangat penting dalam menjalankan roda pemerintahan. 
            "Itu yang pertama. Kalau gak nyaman tetap dipaksakan, malah nanti pemerintahan tidak jalan maksimal. Yang ada malah rugi, negara juga rugi karena digaji. Bukan dampak positif yang didapat," katanya. 
            Menurut penilaian Farisi, A Rahman dan Amin sama-sama belum memiliki pengalaman di birokrasi. "Dengan kata lain belum ada track record lah. Dilihat lagi bahasanya di media kurang nyaman. Jadi ya sudah," sebutnya. 
            Farisi juga mengaku agak pesimis dengan waktu yang tersisa, peran wakil gubernur  dalam mendongkrak perubahan signifikan di pemerintahan. "Saya pikir nanti kepentingannya untuk Pilgub bukan pemerintahan," ucapnya. 
            Intinya kata dia, dari perspektif masyarakat, cawagub haruslah orang  yang bisa melengkapi Gubernur Jambi dalam menjalankan roda pemerintahan ke depan. 
            terpisah, Akademisi dari UIN STS Jambi, Bahren Nurdin mengatakan harus ada ketegasan dari Gubernur Jambi Fachrori Umar soal cawagub. Karena waktunya semakin mepet. Harus tegas, mau pakai wakil atau tidak, selanjutnya baru ada tindak lanjutnya. "Harus gentlemen agreement. Artinya dia menyatakan oke saya jalan sendiri tidak pakai wakil,’’ katanya. 
            Jadi, lanjut Bahren, sekarang yang dibutuhkan hanya ketegasan Fachrori. Apakah pakai wakil, apa tidak. Jangan digantung seperti saat ini. Tapi harus disampaikan kepada publik. 
"kalau seperti sekarang inikan digantung namanya. Satu sisi partai krasak krusuk, satu sisi dewan menunggu. Artinya Fachrori harus gentle. Sampaikan ke publik," sebutnya. 
            Menurut dia, Fachrori harus sampaikan meski semua ada konsekuensinya. Misalnya, ada ketakutan jika memiliki wakil, nantinya wakil tersebut akan menjadi blunder, mengingat Pilgub sudah di depan mata.  Di sisi lain, Fachrori akan terbantu jika memiliki wakil dalam menjalankan roda pemerintahan. 
            Terkait dua nama Rahman dan Amin Nasution, Bahren mengatakan, setidaknya Rahman lebih baik dari Amin. Mengingat track record Amin Nasution yang merupakan mantan koruptor. 
"Saya melihat, walaupun memang orang bisa berubah, cuma catatan track record nya tidak bagus. Kalau disuruh milih, saya lebih cenderung ke Rahman. Itu menurut saya kalau disuruh memilih," sebutnya. 
            Menurut penilaiannya, Rahman memiliki pengalaman organisasi yang baik dan juga pengusaha.  Ia juga mengatakan, politik Fachrori Umar sudah terbaca dengan sikap yang kurang sreg dengan Rahman. Mengingat, Rahman merupakan direktur pemenangan Sy Fasha saat Pilwako Jambi, dan menjadi ketakutan Fachrori Umar jika memilih orang kepercayaan calon pesaingnya di Pilgub mendatang. 
            "Sudah terbaca kenapa ketakutan Fachrori ke Rahman, itu politiknya sudah terbaca. Makanya kalau tidak ingin Rahman, maka gentlemen mau pilih siapa. Kan sudah diserahkan tim Pansel mau pilih siapa," ujarnya. 

"Sudah beberapa nama yang ada tidak sesuai, jadi maunya apa? Kalau tidak tegaskan saja jika aku (Fachrori) mau solo karir," pungkasnya.(fey)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA