Di Muarojambi Sudah 155 Ha Terbakar, Tim Kesulitan Mendapatkan Sumber Air

Kebakaran Lahan Meluas, Kabut Asap Mengancam

Jumat, 09 Agustus 2019 - 07:33:59 WIB - Dibaca: 1724 kali

()

JAMBI - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Muarojambi  sudah mencapai 155 hektar (Ha). Ini termasuk 36 hektar lahan yang terbakar, di Desa Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh Ulu, Rabu (7/8). Jika ditotal secara keseluruhan, luas lahan yang terbakar di Jambi sejak Januari hingga Agustus 2019 seluas 248 hektar.

            Khusu di Muarojambi, sebagian besar yang terbakar adalah lahan gambut.

Kepada Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Muarojambi, Muhammad Zakir  mengatakan 155 hektar lahan yang terbakar di Muarojambi tersebar di Kumpeh, Kumpeh Ulu, dan Jambi Luar Kota (Jaluko).

            Menurut Zakir, salah satu penyebab meluasnya kebakaran lahan di Muarojambi karena lokasi yang cukup jauh dan sulit dijangkau. Kemudian tim gabungan yang melakukan pemadaman juga kedulitan mendapatkan air. Karena sumbernya terbatas.  Selain itu, kecepatan angin yang begitu besar, kedalaman dan keringnya gambut yang terbakar juga menjadi faktor api sulit dipadamkan .

" Air cuma sedikit. Kalau dipaksa pasti hanya berlangsung sebentar. Setelah itu kita harus menunggu air kembali terisi. Makanya mau tidak mau tim berkerja perlahan agar tidak kehabisan stok air,"ungkapnya.

            Dirinya juga mengatakan kebakaran di  Desa Sipin Teluk Duren telah meluas hingga masuk ke kawasan perkebunan milik perusahaan. " Ini yang agak sulit. Gambutnya tebak sampai 3 - 4 meter," katanya. 

            Namun, saat ditanya perusaaan apa yang lahan konsesinya terbakar, Zakir mengaku tidak mengetahuinya.“saya kurang tahu itu punya siapa. Yang jelas ada lahan kawasan perusahaan. Tapi hanya sebagian kecil saja,’’ ujarnya.

            Berbeda dengan data BPBD, laporan yang diterima Kapolres Muarojambi AKBP Mardiono luas lahan yang terbakar di kawasan Desa Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh Ulu hanya 40 hektar. Soal kendala pemadaman, Mardiono mengakui jumlah air yang sangat minim. Lantaran sumber air yang minim, 150 personel tim gabungan di lapangan tidak mampu berbuat banyak.

            “Setidaknya titik api sudah mulai berkurang. Yang awalnya ada 40, sekarang menjadi 3 titik. Saat ini tim terus melakukan pendinginan, karena tanah gambut di sana memiliki kedalamannya 3 meter,” katanya.

            Menurut Mardiono, pihaknya telah memeriksa sejumlah orang terkait karhutla di Muarojambi. Ia menduga kebakaran yang terjadi merupakan faktor kesengajaan."Ada satu pondok sudah kita kasih garis polisi. Saat ini anggota masih memcari tahu siapa pemilik pondok itu. Pondok tersebut bukan milik warga sekitar,”katanya lagi.

            Mardiono menegaskan saat ini api di Muarojambi sudah bisa dikendalikan. Walapun masih sering mengeluarkan Asap. "Sudah berkurang dari 40 titik (api), jadi 36. Sekarang sudah menurun lagi. Soalnya ini lahan gambut dengan kedalaman 3-4 meter," pungkasnya.

            Sebelumnya, Kepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Foead mengatakan, kebakaran lahan gambut  di Desa Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh Hulu yang sudah berlangsung 12 hari sangat potensial terus meluas. Menurut dia, lahan yang terbakar berdekatan dengan lahan milik perusahaan.

Dia pun berterima kasih pihak perusahaan ikut turun membantu memadamkan api yang berkobar tersebut. “Kita sangat berterimakasih karena pihak prusahaan sudah ikut membantu memadamkan api,”ujarnya saat meninjau langsung lokasi kebakaran lahan gambut tersebut, Rabu (7/8) lalu.

Menurut Nazir, lokasi yang terbakar saat ini bukanlah wilayah kerja prioritas BRG. Sebab BRG hanya mempercepat pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut yang rusak. Terutama akibat kebakaran dan pengeringan. Ke depannya, lanjut Nazier Foead wilayah yang terbakar ini akan menjadi prioritas BRG.

            Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas berpotensi menyebabkan kabut asap di beberapa wilayah dalam provinsi Jambi makin parah. Pantauan Jambione melalui udara menggunakan helikopter tim patroli BPBD, Kamis (8/8) kemarin, kepulan asap dari lahan yang terbakar di Kabupaten Maurojambi dan Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) terlihat membumbung tinggi ke udara.

            Pantauan melalui udara dilakukan lebih kurang selama dua jam, terhitung sejak pukul 11.00 Wib hingga 13. 00 Wib. Heli yang terbang dari Posko Karhutla di Bandara Lama Sultan Thaha Saifudin (STS) Jambi itu mengitari sejumlah lokasi karhutla  yang lahan gambutnya terbakar.

Penerbangan pertama menuju ke kawasan Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi. Di sana tim patroli bersama Jambione menuju ke lokasi karhutla yang masih berasap. Yakni di Desa Sipin Teluk Duren. Terlihat asap putih pekat masih terlihat mengepul dan membumbung tinggi.

            Dari atas terlihat helicopter lainnya tengah menjatuhkan bom air (watter bombing) melalui udara di lokasi itu. Heli itu sudah berulang kali bolak balik memgambil air dari lokasi yang tidak jauh dari tempat tersebut.

            Di lokasi lain, yang kemungkinan berbatasan dengan PT ADD/OPS RK-RTM Jambi, Kumpeh Ulu dengan titik koordinat S 1derajat 36,22derajat E 103 derajat 51" 11 sekitar pukul 11.52 menit, petugas karhutla yang terdiri dari BPBD, Manggala Agni, TNI Polri dengan menggunakan selang dan mesin menyedot air dari parit yang ada tidak jauh dari lokasi. Di tempat ini, kawasan sekeliling lokasi yang terbakar itu merupakan lahan sawit yang masih berwarna hijau membentang luas.

            Sedangkan kebakaran di Desa Arang Arang, Kecamatan Kumpeh Ulu telah padam sehingga tidak ada titik api maupun asap. Kemudian heli bergerak menuju kabupaten Tanjung Jabung Barat, kawasan Sinyerang. Di sana terdapat banyak sekali titik asap yang masih mengepul. Tetapi asap sudah tidak ada lagi. Terpantau terdapat ada 5 titik lokasi yang membentang secara terpisah di antara perbatasan Jambi-Riau.(isw)

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA