Soal Cawagub Koalisi Tak Pikirkan Kemajuan Jambi, Kedepankan Ego Kelompok

Rabu, 17 Juli 2019 - 05:44:41 WIB - Dibaca: 1955 kali

(Eko Siswono/Jambione.com)

 

JAMBI – Koalisi Partai politik (Parpol)  pengusung Zumi Zola- Fachrori Umar dinilai banyak pihak tidak memikirkan kemajuan Jambi. Indikasi ini terlihat dari alot dan beberapa kali molornya penyerahan nama calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jambi, karena mereka tidak satu suara.  Bahkan hingga batas akhir, Selasa (16/7) siang, PAN, PKB, Nasdem, Hanura dan PBB masih belum ada kata sepakat.

Memang sudah ada tiga nama yang sudah disepakati. Yaitu dari PAN, yang disetujui DPP adalah H Rahman dan  Madian Saswadi. Lalu dari PKB Al Amin Nasution. Namun tiga atau dua nama tidak bisa diusulkan ke Pansel jika tidak ada surat keputusan yang ditandatangani lima partai koalisi. Hingga siang kemarin, baru PAN, PKB dan Hanura yang sudah bertemu. Sementara petinggi Nasden dan PBB menghilang.

Melihat fenomena inilah penilaian miring terhadap partai koalisi mengemuka. Mereka dinilai tidak seius memikirkan kepentingan masyarakat banyak. Tapi pengajuan nama cawagub ini dinilai lebih memikirkan untung rugi kepentingan pribadi atau kelompok masing masing.

Pengamat Politik dari Fisipol Unja, Mohammad Farisi mengatakan jabatan wakil gubernur sangat strategis dan sangat dibutuhkan saat ini. Namun, disisi lain jabatan tersebut mengandung banyak kepentingan. Apalagi 2020 memasuki tahapan pemilu. "Semua (partai koalisi) penuh dengan kepetingan. Kita harapkan mereka bisa menurunkan ego nya dan lebih memikirkan Jambi ke depan," katanya.

            Dia menilai tarik menarik dalam penentuan (penetapan) nama cawagub menandakan partai koalisi tidak solid. Mereka lebih memikirkan kepentingan kelompok (partai) dari pada kepentingan orang banyak atau kemajuan Jambi ke depannya.

            ‘’Jika mereka memikirkan kemajuan Jambi seharusnya kondisi seperti ini tidak akan terjadi. Seharusnya ada koordinasi dan komunikasi yang baik antar partai koalisi. Sebenarnya penentuan nama cawagub inikan bisa dibahas dari dulu. Tidak mendadak menjelang batas waktu habis. Ini menandakan koalisi ini seperti tidak solid," katanya lagi.

            Mengenai Al Amin yang terkesan mendadak diusulkan PKB dan agresif melakukan lobi, Farisi menilai sah sah saja. Begitu juga dengan H Rahman, yang sebelumnya tidak diperhitungkan. Tapi malah namanya disetujui DPP PAN, dinilai Farisi biasa saja dalam proses politik. "Kalau kelihatan agresif memang iya. Tapi kan tidak bisa agresif saja. Semua bisa saja terjadi. Intinya ego masing masing harus diturunkan," sebutnya.

            Penilaian senada diutarakan Pengamat Politik dari UIN STS Jambi, Bahren Nurdin. Menurut dia, seharusnya partai koalisi memikirkan Jambi kedepan. Bukan mengedepankan ego masing masing.  " Jambi kedepan yang harus mereka dipikirkan. Kalau hanya memikirkan kepentingan partai saja, ya payah," katanya.

Menurut Bahkan, jika masing masing  partai koalisi masih memikirkan ego dan kepentingan kelompok, apa yang terjadi saat ini tidak akan selesai."Mereka itu orang yang terbaik yang di utus partai masing masing. Harusnya selesai sudah," ujarnya.

            Bahren juga menyebutkan, sudah cukup Jambi ini pemimpinnya tersandung dengan masalah hokum. Jangan lagi yang bermasalah hukum. "Cukuplah yang bermasalah hukum. Jambi jangan  terus dengan yang bermasalah," tandasnya.

            Seperti diketahui, penyerahan nama cawagub ke Pansel DPRD sudah dua kali molor. Awalnya penyerahan ditetapkan paling lambat 8 Juli lalu. Namun, ketika itu tidak satu nama pun diserahkan partai koalisi. Lalu, waktu penyerahan diperpanjang hingga Selasa, 16 Juli.

            Terpisah, Gubernur Jambi Fachrori Umar sepertinya tidak mau ikut pusing ada tidaknya nama cawagub diusulkan partai koalisi. Bahkan dia optimis perkebangan Jambi kedepan akan tetap bagus walaupun dirinya tidak didampingi wakil.

            Fachrori menegaskan dirinya tidak masalah jika kemungkinan partai koalisi batal mengajukan dua nama cawagub yang akan menampingi dirinya. ‘’ Ya.. allahu allam lah, kita tidak tahu. Tapi kita tetap optimis Jambi tetap bagus,”ujarnya.

            Menurut dia, banyak daerah yang gubernurnya tidak mempunyai wakil. Tapi tetap bagus dan roda pemerintahan berjalan dengan baik. ‘’ Seperti DKI. Saya sudah bilang dulu sama bupati dan walikota bahwa mereka adalah wakil saya hehehe,”katanya sambil tertawa (isw/jo1)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA