Koalisi Tak Solid, PAN Dinilai Gagal: Pengajuan Nama Cawagub Molor Lagi

Selasa, 09 Juli 2019 - 06:07:44 WIB - Dibaca: 2108 kali

()

JAMBI – Proses penetapan calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jambi molor lagi. Hingga Senin (8/7), sore, koalisi partai pengusung Zumi Zola-Fachrori belum juga menyerahkan dua nama yang diusulkan kepada Tim Panitia Seleksi (Timsel) DPRD Provinsi Jambi. Ini semakin menguatkan dugaan adanya tarik menarik kepentingan dalam pengajuan nama cawagub untuk mendampingi Gubernur Fachri Umar ini. 

            Ketua Pansel Cawagub, Nasri Umar mengatakan, Senin, 8 Juli 2019 kemarin merupakan batas akhir bagi koalisisi partai pengusung Zumi Zoila-Fachrori Umar  menyerahkan dua nama cawagub kepada timsel DPRD Provinsi Jambi. Namun, hingga Senin sore belum ada nama yang diserahkan. " Sampai detik ini belum ada nama yang diserahkan,’’ katanya," katanya kepada wartawan Senin kemarin.

            Nasri menegaskan, jika mengikuti mekanisme yang ada, penyerahan nama tersebut tersebut hingga pukul 00.00 Wib Selasa tengah malam. Pihaknya akan menunggu sampai jam terakhir yang sudah disepakati. Apabila sampai pukul 00.00 WIB dini hari ini, dua nama belum disampaikan ke Pansel maka mereka akan memberikan kesempatan waktu selama satu Minggu kedepan lagi. ‘’ Ini sesuai dengan permintaan DPW PAN Provinsi Jambi selaku pimpinan parrtai koalisi,’’ katanya lagi.

Apabila nanti sampai dengan satu Minggu kedepan belum juga ada dua nama Cawagub yang diajukan, maka pansel tidak ada toleransi lagi. Tim Pansel tidak akan menambah perpanjangan waktu lagi.

Nasri menegaskan, tanggal 16 Juli itu merupakan akhir penyampaian dua nama. Kemudian tanggal 17-21 Juli agenda verifikasi berkas calon oleh Pansel dan 23 Juli rapat paripurna penetapan Cawagub. Tanggal 24-26 persiapan pemilihan. "Tanggal 27 penyampaian visi misi calon dan 29 Juli Pemilihan. Itu kalau ada, kalau tidak ada, titik," pungkasnya.

            Sementara itu, berbagai kalangan menilai molornya pengajuan dua nama cawagub ini

semakin menguatkan prediksi bahwa partai koalisi tidak solid dalam menentukan dua nama yang akan diusulkan. " Ini sudah jelas. Partai koalisi tidak solid.  Tarik ulur ini menandakan ada banyak kepentingan yang belum klir diselesaikan. Apalagi adanya surat dari PAN. Jelas masih ada upaya lobi lobi yang belum tuntas,’’ kata Pengamat Politik dari UIN STS Jambi, Bahren Nurdin.

            Menurut dia, jika tarik ulur ini terus terjadi akan semakin membuat rakyat kecewa dengan kegagalan ke pemimpinan Jambi tuntas ini. " Koalisi dan periode Jambi tuntas ini telah gagal. Kepimpinan Fachrori tanpa prestasi. Rakyat berharap dengan adanya cawagub akan mampu mengisi pembangunan Jambi. Namun, dari proses tahapannya saja sudah membuat kecewa,’’ katanya lagi.

            Bahren menyebutkan penting sekali peran wakil untuk membantu gubernur saat ini. Karena kinerja pemerintah sekarang sangat tidak produktif. Ini bisa dinilai dari serapan anggaran di semester ini yang masih  rendah. Ini menandakan kegagalan kepemimpinan. "Tak ada produk capaian yang bisa di rasakan masyarakat. Cuma produk pantun saja yang banyak," cetusnya.

Bahren berharap nama nama  cawagub yang muncul saat ini sajalah yang diajukan untuk menghabiskan masa periode DPRD saat ini yang tinggal menghitung hari. " Jambi ini tinggal hitung waktu bulan saja, tapi masih sibuk urus wakil terus. Kapan mau majunya. Kapan mau ada pembangunan. Sudahlah partai koalisi,  dahulukanlah pembangunandan  rakyat," tandasnya.

            Sementara itu, Pengamat Politik Unja, Navarin Karim menilai molornya proses cawagub merupakan bentuk kegagalan PAN dalam pengkaderannya. " Partai ini seperti kebingungan, siapa yang mau di usung. Nampak sekali, malah yang membuat kecewa adalah PAN. Karena mengajukan surat perpanjangan," katanya.

            Menurut Navarin, Jambi ini sangat membutuhkan wakil gubernur untuk melakukan pengawasan fisik. "Kalau tidak ada wakil, ya seperti sekarang, siapa yang akan melakukan pengawasan. Peran wakil sangat menentukan," ujarnya.

            Dia meminta pansel tegas untuk tidak memberikan waktu perpanjangan. "Pansel harus tegas. Jangan lemah. Harus tegas sekali. Kalau tidak, ya akan tarik ulur terus,"pungkasnya. (isw)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA