Safrial Sudah Punya Konsep, yang Lain Baru Wacana, Fasha Istikharah Dulu, Cek Endra Mau Survei, H

Selasa, 18 Juni 2019 - 07:36:03 WIB - Dibaca: 2134 kali

(ist/Jambione.com)

JAMBI- Meski waktunya masih cukup lama, bahkan tahapannya pun belum dimulai, bursa kandidat Calon Gubernur (Cagub) Jambi terus mengemuka. Sejumlah nama kepala daerah, politisi senior dan nama nama beken di jagat politik Jambi digadang gadangkan akan bertarung memperebutkan kursi BH 1 pada Pilgub 2020 mendatang.

Sejumlah nama kepala daerah yang disebut sebut bakal maju diantaranya, Gubernur Jambi Fachrori Umar,  Wali Kota Jambi Syarif Fasha, Bupati Sarolangun Cek Endra, Bupati Merangin Al Haris, Bupati Tanjabb Barat Safrial. Lalu Wali Kota Sungai Penuh Asyafri Jaya Bhakri (AJB) dan Bupati Tebo Sukandar juga dikait kaitkan dengan Pilgub.

Sementara di kalangan politisi yang digadang gadangkan maju diantaranya mantan Gubernur Jambi periode 2010-2015 Hasan Basri Agus (HBA), Ratu Munawaroh, istri mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, dan kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS. Wacana dan klaim dukung mendukung terhadap para kandidata ini pun mulai ramai. Baik di media sosial dan media lokal.

Namun, dari deretan tokoh yang digadang gadangkan tersebut, baru Safrial yang sudah resmi dengan tegas menyatakan siap maju pada Pilgub Jambi 2020 mendatang. Sementara yang lain masih sebatas wacana. Klaim dukungan, sowan sowan ke sejumlah tokoh dan memunculkan hasil servei elektabilitas.

Safrial mengatakan keoptimisanya maju jika rakyat menghendaki dirinya memimpin Provinsi Jambi. "Saya pada dasarnya kalau itu rakyat Jambi menginginkan amanah itu diberikan kepada saya, saya siap," katanya beberapa waktu lalu dilansir dari jamberita.com.

Menurut Safrial, kesiapannya menjadi orang nomor satu itu untuk mendedikasikan diri untuk masyarakat, sebab jabatan adalah pengabdian.

            Setelah menyatakan diri maju, respon positif dan dukungan terus mengalir untuk Bupati Tanjung Jabung Barat dua periode tersebut. Pernyataan dukungan masyarakat tersebut ada yang di sampaikan secara langsung melalui kontak pribadi maupun lewat media sosial (akun fb Safrial M Sosial).

Ini menjadi modal awal bagi orang nomor satu di negeri yang berjuluk Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ke Tujuan itu. “Saya agak terkejut dengan terus mengalirnya dukungan masyarakat untuk saya maju di pilgub nanti. Saya sangat berterima kasih dan mudah-mudahan dukungan ini adalah langkah awal yang baik bagi kita semua,” ungkapnya.

Mantan Dosen Fakultas peternakan Universitas Jambi (UNJA) yang juga merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini adalah salah satu putra daerah terbaik dari wilayah timur Propinsi Jambi. Berbekal pengalaman sebagai akademisi dan kepala daerah, Safrial pun siap berkompetisi untuk merebut posisi BH 1.

“Kalau soal membangun, siapapun pemimpinnya bisa membangun. Namun konsep membangun yang seperti apa itu beda lagi ceritanya,” katanya. Bahkan, Safrial mengaku sudah memiliki konsep dan ide pembangunan untuk seluruh masyarakat Jambi. Namun,  dia masih enggan untuk membeberkan hal tersebut lantaran masih terlalu dini untuk bicara program.

“Ya pasti ada. Dan saya pastikan konsep pembangunan saya akan berbeda. Nanti lah, kalau saya katakan sekarang nanti yang lain..,” ujarnya.

 

Sementara itu, Wali Kota Jambi Syarif Fasha yang dari hasil survei elektabilitasnya cukup tinggi belum menyatakan secara tegas akan maju pada Pilgub Jambi 2020 mendatang. Meski peluangnya dinilai cukup besar, hingga kini Fasha belum mengeluarkan pernyataan resmi maju atau tidak.

Fasha menilai proses politik Pilgub masih panjang. Dia tida mau cepat menyatakan maju, sementara kendaraan politiknya belum ada. "Jadi tidak sekonyong-konyong saya menyatakan maju, tapi kendaraan belum ada. Kalau saya menyatakan maju, berarti saya sudah punya kendaraan politik," katanya.

Kemudian untuk maju di Pilgub,  menurut Fasha, perlu proses pertimbangan yang matang. Konslidasi dan konsultasi dengan pihak keluarga.  "Dan saya perlu  Istikharah dulu. Karena saya bukan di penghujung jabatan. Tidak ada keharusan saya maju di pilgub. Jadi kita lihat bagaiaman konstelasi politik,"ujarnya.

Mengenai hasil survei, Fasha, mengucapkan terima kasih kepada warga Provinsi Jambi  yang telah menitipkan pesan kepada tim konsultan survei. Meski dirinya tidak tahu terkait dengan survei itu sendiri. ‘’ Saya tidak tahu kapan surveinya. Siapa yang menyuruh saya juga tidak tahu," ucapnya.

Hampir sama dengan Fasha, Bupati Merangin Al Haris dan Bupati Sarolangun Cek Endra (CE) yang namanya juga mencuat, belum mengeluarkan pernytaan resmi maju atau tidak pada Pilgub mendatang. Lucunya, keduanya malah saling mengklaim mendapat restu dari Mantan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus.

Memang, keduanya cukup dekat dengan HBA. CE merupakan mantan wakil HBA saat menjabat Bupati Sarolangun. Sementara Al Haris merupakan keluarga dekat HBA.

Al Haris mengatakan, selaku asli putra daerah tentunya dirinya berkewajiban untuk memajukan daerah Jambi agar menjadi lebih baik kedepannya. "Jadi begini, saya kira Pak HBA itu orang tua yang Arif dan bijaksana," katanya kepada wartawan, di Hotel V Kota Jambi, Minggu (16/6) malam.

            Menurut Bupati Merangin dua periode ini, langkah politiknya pada 2013 lalu, saat HBA masih menjabat sebagai ketua Demokrat. Meski demikian HBA tetap mendukung dia secara diam-diam.

"Mungkin adek-adek ingat 2013 beliau (HBA) ketua partai Demokrat, tapi ketika gerak hati saya dari Allah ketika itu saya mesti maju, saya maju. Walaupun beliau adalah ketua partai Demokrat, beliau dukung saya tapi diam-diam," ungkapnya.

Pada saat itu juga, Haris mengaku malah dirinya menjadi kader dari partai lain. "Jadi perahu itu kan adalah jembatan untuk kita maju. Kuncinya gerak Allah. Kalau sudah lah gerak Allah, partai apapun tidak masalah," jelasnya.

            Meski mengklaim mendapat dukungan HBA, tapi Haris belum menjawap secara pasti maju atau tidak di Pilgub mendatang. Saat didesak wartawan, dia hanya menyatakan akan dia beberkan nanti dalam konferensi pers."Itu nanti ya, setelah saya pulang dari Haji ya," pungkasnya.

            Begitu juga dengan Cek Endra, belum ada pernyataan resmi. Beberapa hari lalu sempat mencuat khabar Cek Endra memboyong sejumlah ketua DPD dan pengurus menghadap Ketua DPP Golkar Airlangga Hartarto untuk minta restu. Namun, belakangan kabar itu dibantah sejumlah pengurus yang hadir. Mereka menyatakan agenda pertemuan dengan Airlangga itu hanya melaporkan hasil pemilu.

            Setali tiga uang, Ratu Munawarah yang namanya juga mencuat maju di Pilgub Jambi 2020 mendatang belum menjaw3ab dengan pasti. Padalah Ratu disebut sebut mampu memberikan efek elektoral. Khususnya dari pendukung Zumi Zola dan Almarhum Zulkifli Nurdin. Namun demikian, Ratu sendiri saat dikonfirmasi masih belum mau memastikan dirinya akan berlaga dalam perhelatan tersebut.

            "Saya terus terang, banyak yang menginformasikan saya masuk bursa (Pilgub). Saya suprise sudah 9 tahun meninggalkan jambi tapi masih diapresiasi, terima kasih atas apresiasinya," katanya.

"Saya belum berani memastikan. Menuju itu perlu banyak pertimbangan karena sudah ada pengalaman asam manis pilkada yang saya rasakan, itu sudah ada. Harus ada pemikiran yang yang matang," tambahnya.

Banyaknya dorongan kepada dirinya untuk maju, menurut dia tak akan menjadi pedoman baginya untuk menyatakan sikap maju di Pilgub. Dia mengaku akan berkomunikasi terlebih dahulu dengan keluarganya. "Konsekuensinya bukan hanya dunia tapi akhirat juga. Harus banyak yang dipertimbangkan," pungkasnya.

Kapolda jambi Irjen Pol Muchlis juga enggan mengomentari soal namanya diwacanakan maju pada pilgub Jambi mendatang. "Saya ini petugas kepolisian. Tugas saya mengamankan situasi dan kondisi. Saya juga tidak boleh komentar politik soalnya,"ujarnya baru baru ini. (isw/kum)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA