JAMBI - Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Provinsi Jambi bakal digelar dalam waktu dekat. Persaingan antar kader memperebutkan kursi ketua DPD I Golkar Jambi pun mulai terasa memanas. Sejumlah tokoh ternama dan menjabat sebagai kepala daerah diprediksi bakal bertarung dalam suksesi partai berlambang pohon beringin tersebut.
Wali Kota Jambi Syarif Fasha diantaranya. Lalu ada Bupati Sarolangun Cek Endra, Al Haris yang kini menjabat sebagai Bupati Merangin, Sukandar (Bupati Tebo) dan Syahirsyah (Bupati Batanghari). Selain itu juga ada tokoh senior, Hasan Basri Agus (HBA), mantan Gubernur jambi periode 2010-2015 yang lolos ke senayan. Mereka digadang gadangkan punya kans kuat untuk memimpin Golkar Jambi.
Namun, diantara nama nama tersebut, banyak yang menilai Musda Golkar kali ini menjadi pertarungan Fasha versus Cek Endra. Keduanya disebut sebut paling getol melakukan lobi dan sosialisasi untuk merebut kursi Ketua Golkar. Posisi ketua Golkar tersebut diperlukan sebagai jalan untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Jambi 2020 nanti.
Menurut berbagai kalangan, Musda ini sebagai pemanasan menuju Pilgub Jambi 2020. Karena siapapun yang terpilih dalam Musda ini maka akan menentukan siapa cagub yang akan diusung partai berlambang pohon beringin ini pada Pilgub 2020 mendatang.
Pertarungan Fasha versus Cek Endra ini sudah mulai terlihat. Informasinya, keduanya sudah mulai gencar melakukan konsolidasi ke internal untuk menarik dukungan. Selain itu, keduanya juga mulai rajin keuar kandang. Fasha misalnya. Dalam sebulan terakhir, Wali Kota Jambi ini terlihat sudah dua kali melakukan show of force ke luar.
Pertama Fasha memenuhi nundangan silaturahmi dengan tokoh Kerinci dan Sungai Penuh. Lalu, Fasha juga mengantar dan menyerahkan langsung bantuan untuk korban kebakaran di Pangkal Duri, Tanjab Timur. Kedua kegiatan itu dinilai banyak pihak sebagai salah satu stsrategi Fasha menarik simpati untuk kepentingan Pilgub 2020 nanti.
Sementara itu Cek Endra disebut sebut juga gencar melakukan penggalangan diinternal Golkar. Selain melobi kepala DPD II, Bupati Sarolangun itu juga disebut sebut sudah melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan tokoh tokoh senior dan tokoh muda golkar.
Melihat fenomena di lapangan, Pengamat Politik dari Fisipol Unja, Mohamad Farisi mengatakan pemilihan ketua DPD I Golkar Jambi itu nanti akan menjadi petarungkan Fasha dan Cek Endra. Menurut dia, keduanya sama sama punya kans yang kuat untuk memimpin Golkar Jambi. Namun, dari pengamatannya sementara ini, Farisi lebih mengunggulkan yang muda alias Fasha. "Kalau menurut pedangan saya yang muda yang lebih berpotensi," katanya.
Ia beralasan jaringan orang nomor satu di Kota Jambi itu cukup kuat. Itu terbukti pada pilwako lalu yang mampu menarik semua kusi di DPRD Kota. "Kemampuan jaringan Fasya cukup bagus," ujarnya.
Selain jaringan, lanjut dia, kemapuan loby Fasha juga tidak kalah bagus dengan yang lain. Itu juga bisa dilihat pada pilwako lalu. Tetapi dia menegaskan semua bisa berubah dalam dunia perpolitikan. "Semua masih bisa berubah. Besar bisa saja jadi sebaliknya dalam perjalanannya nanti. Semua bisa berubah. Nama nya juga politik," ucapnya .
Sementara itu, Cek Endra, menurut dia juga tidak kalah hebat. Dia menilai berhasil dua periode memimpin Sarolangun menjadi bukti Cek Endra adalah politisi ulung. "Dua priode dia berkuasa di Sarolangun itu luar bisa," katanya
Dia juga tidak menampik jika orang nomor satu di Sarolangun itu bisa merebut pucuk pimpinan DPD Golakr nanti. "Kemampuannya dalam loby juga akan menentukan. Dia juga punya kemampuan dan berpengalaman dalam hal itu," ujarnya.
Apalagi, lanjut Farisi, isu berkembang Cek Endra mendapat dukungan dan HBA. Meski demikian, Cek Endra tidak boleh terlena dan harus tetap mampu bersaing dengan tokoh lainnya. "Persainghan dengan tokoh muda juga harus diperhitungkan," tandasnya.
Pertarungan keduanya makin memanas, karena Musda Golkar ini sangat menentukan bagi langkah keduanya untuk maju pada P9ilgub jambi 2020. Sebab, Ketua DPD I terpilih nantinya bisa dipastikan akan melenggang pada Bursa Cagub 2020 nanti. "Di Golkar banyak tokoh. Siapa saja bisa maju nantinya. Tetapi yang berhasil merebut kursi ketua, peluangnya diusung sebagai cagub lebih besar," pungkasnya.
Sementara itu, Pengamat Politik UIN STS Jambi, Bahren Nurdin menilai sementara ini posisi Fasha lebih kuat dibandingkan Cek Endra. Dasar penilaian ini adalah kemampuan Fasha di Pilwako lalu. Namun, lanjut dia, bukan berarti Cek Endra lemah. Dia meyakini pertyarungan kedua tokoh Golkar itu akan makin sengit pada saat mendekati Musda nanti.
‘’ Kuncinya pada kemampuan loby. Kalau soal yang lain, ketokohan dan kekuatan finansial keduanya sudah tidak diragukan lagi. Jadi Loby akan sangat menentukan siapa yang bakal terpilih nanti,’’ pungkasnya.
Terjadi persaingan ketat antara Fasha dan Cek Endra dalam Musda nanti juga diakui Tokoh senior Golkar Jambi Kemas Farouq. Anggota Dewan Pertimbangan DPD 1 Golkar Provinsi Jambi ini mengatakan, Golkar dalah partai yang bertabur tokoh. Karena itu siapapun yang akan diusung Golkar akan mempengaruhi peta Pilgub 2020.
Oleh sebab itu, menurut dia, Musdalub Golkar ini akan menentukan. Siapapun terpilih, maka itulah Cagub Golkar. Kata dia, perebutan Ketua DPD 1 Golkar Provinsi Jambi ini akan terjadi persaingan ketat antara Cek Endra dengan Fasha. "Kalau HBA mungkin tidak akan menjadi ketua Golkar. Namun dengan jumlah suara yang diperolehnya tentu ini akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi DPP Golkar," katanya dikutip darei jamberita.com.
Makanya, masukan HBA juga akan berpengaruh dalam musda mendatang. Selain juga dukungan 11 DPD Kabupaten/kota. Selain HBA, sejumlah daerah lainnya juga berhasil memperoleh kursi pimpinan seperti di Bangko, Tebo, Batanghari, Sarolangun. Namun di Kota tidak masuk dalam unsur pimpinan karena ketuanya sakit. "Jadi seperti ayam kehilangan induk. Kita minta ini segera dievaluasi," tandasnya.(isw)