Muarabulian - Salah satu anggota Kelompok Tani Jaya Bersama, Simpang Rantau Gedang, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Samsul, mengatakan jika dirinya beserta anggota kelompok tani tidak boleh mendirikan tenda dan memasak.
"Kalau masak dan mendirikan tenda, diancam ditembak dengan Water Cannon," cerita Samsul kepada jambione.com, Jumat (28/09/2018).
Baca Juga: Tidur Di Bawah Sawit, Massa KT Jaya Bersama Bertahan Depan Mapolres
Samsul beserta rekannya terpaksa membeli nasi bungkus dengan cara iuran. Mereka bertahan dan memilih tidur dibawah pohon kelapa sawit berlapis terpal biru dalam sejak malam hingga pagi hari.
"Kami minta kawan dikeluarkan dan minta cepat diselesaikan konflik antara Kelompok Tani Jaya Bersama dengan PT VAT," ungkap Samsul. (***)