Di Kerinci, Poljam Buat Bimtek Pengembangan SDM Alat Pemotong Keripik Multi Pisau

Rabu, 12 September 2018 - 08:29:31 WIB - Dibaca: 2367 kali

Warga Kerinci ketika mengikuti Bimtek.
Warga Kerinci ketika mengikuti Bimtek. (ist/Jambione.com)

 

KERINCI-Politeknik Jambi (Poljam) melakukan Pelatihan Pengembangan SDM dalam bimbingan teknis (Bimtek) terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) keripik melalui Lembaga Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dalam program Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) 2018 yang dilakukan Jumat hingga Sabtu, 8 / 9 September 2018 di Kabupaten Kerinci. Dipilih daerah Kerinci dikarenakan daerah ini kaya akan hasil pertanian berupa umbi-umbian seperti kentang, ubi jalar dan keladi.

Dalam pelatihan tersebut, Tim LPPM Jambi memperkenalkan mesin pemotong keripik yang mampu mengefisiensi waktu dan tenaga kerja, serta akan memberikan pinjaman alat tersebut.

Penanggung Jawab program CPPBT Poljam, Novarini MT, mengatakan program tersebut dapat terlaksana melalui kerjasama antara Politeknik Jambi dengan Kementrian  Ristek Dikti. Yakni, dengan melakukan pengembangan mesin pemotong keripik dengan tiga jenis varian keripik yang dihasilkan.

"Kegiatan ini dilakukan berkat kerjasama dengan Kemenristek Dikti. Kita mengambil judul mesin pengolahan keripik multi pisau dapat menghasilkan tiga jenis bentuk olaha. Seperti bentuk stick atau kerap dikenal serut, pipih bergelombang atau chip serta pipih polos. Adanya mesin tersebut UMKM akan sangat terbantu untuk memperbanyak varian atau jenis olahan  sehingga meningkatkan taraf ekonomis UMKM,"katanya.

Novarini memaparkan kelebihan mesin yang telah miliki hak paten tersebut, mampu menghasilkan tiga jenis bentuk keripik  olahan yang dilakukan. Selain itu, dengan menggunakan mesin yang digunakan  akan membuat UMKM lebih menekan segala biaya, baik biaya produksi, tenaga kerja dan waktu,selain juga membantu pekerja untuk bekerja secara ergonomis.

"Dalam satu jam mampu memotong singkong atau talas dan sejenisnya sebanyak 54 kg dengan hanya menggunakan satu tenga kerja. Bandingkan dengan melakukan pemotongan keripik secara manual dapat memakan waktu 4 jam untuk melakukan pemotongan dan membutuhkan 3 orang Tenga kerja," katanya.          

Sementara itu, Anggota CPPBT Poljam, Sukadi mengungkapkan, mesin tersebut hanya membutuhkan arus listrik lebih kurang 185 W sudah mampu melakukan operasi pemotongan keripik. 

"Mesin ini sekarang sudah terdaftarkan hak patennya di Kemenkumham dan telah memiliki merk dagang dengan nama 'cassava' serta desain mesin telah mempertimbangkan aspek ergonomis juga keselamatan kerja," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini pihaknya akan memberikan hak guna pakai mesin pemotong tersebut kepada lima kelompok UMKM yang tersebar di kota /kabupaten di Provinsi Jambi.

"Kita akan lakukan pengawasan dan pendampingan terhdap pengguna alat dan UMKM nya," tandasnya. (isw)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA