JAMBI - Empat tim yang masuk ke Semi Final pada LSN Wilayah Regional Sumatera VI yakni Babussalam Tebo, Al Fatah, As'ad dan Riyadhul Mutaqin. Sebelum berlaga, tim devisi pertandingan bersama Ketua Panitia H M Nuh, memberikan peringatan kepada seluruh pemain agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya.
Selain itu, H M Nuh, juga menyampaikan nasehat, agar para tim bermain secara sehat. Menurut H Nuh, hal ini perlu disampaikan, karena LSN adalah pertandingan antar santri yang berasal dari pondok pesantren lingkup Provinsi Jambi. Artinya sebagai seorang santri, pemain harus mencerminkan etika dan mengkedepankan rasionalitas serta sportivitas.
Lanjut H Nuh lagi, tidak bisa dipungkiri, dalam pertandingan tentu ada suatu perselisihan baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan. Namun, diyakini H Nuh, hal tersebut bisa dihindari apabila para santri, dan oficial ataupun pelatih saling menghargai antar pondok pesantren.
" Perselisihan itu pasti ada, tapi kita yakin itu bisa kita hindari karena yang berlaga ini adalah santri," kata H Nuh.
Diungkapkan H Nuh, moto LSN adalah "Pesantren untuk sepak bola Indonesia". Ini dimaksudkan, agar santri memiliki prestasi bukan hanya dalam bidang agama, tetapi juga bidang olahraga seperti sepak bola.
"LSN ini kita harapkan, ada santri kita dari Provinsi Jambi ini bisa ikut berlaga di liga-liga yang lebih besar baik di tingkat nasional maupun internasional," lanjut H Nuh.
Dalam kesempatan itu, Ketua Regional Sumatera VI Jambi, Muhammadia Rafiq, menekankan agar tahun-tahun selanjutnya, para pondok pesantren untuk lebih memperhatikan regulasi LSN yang telah ditetapkan pemerintah di pusat. Sehingga LSN kedepan bisa lebih baik lagi. (***)