Warga Lubuk Bedorong Ancam Pelaku PETI

Rabu, 02 Mei 2018 - 12:03:10 WIB - Dibaca: 2861 kali

Ilustrasi
Ilustrasi (Paradil Iwel/Jambione.com)

Jambione.com, Sarolangun - Permasalahan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus menjadi keluhan masyarakat Sarolangun, khusus warga kecamatan Limun, Cermin Nan Gedang dan Batang Asai. Pasalnya kondisi air sungai Limun dan Batang Asai sudah tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, jangankan untuk dijadikan air minum, untuk mandi saja sudah tidak bisa lagi.

Hal ini lah membuat warga desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun mulai bergelojak bahkan warga setempat menolak adanya aktivitas alat berat yang digunakan untuk penambangan emas tanpa izin PETI di wilayahnya.

Jondri, warga setempat mengatakan bahwa saat ini kondisi sungai Sipa yang biasanya bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari oleh warga, namun saat ini sudah tidak layak lagi digunakan, selain warna air sudah keruh, warga juga takut terkena penyakit kulit saat mandi disungai tersebut.

"Yang kita sayangkan itu kan kondisi sungai yang sudah berubah drastis, biasanya masyarakat ramai mandi di sungai, sekarang tidak lagi, airnya sudah keruh seperti bercampur dengan tanah," ujar Jondri, Senin (30/04) kemarin.

Dijelaskannya lagi, bahwa warga sudah melakukan pertemuan dengan pihak DPRD Sarolangun terkait pencemaran air sungai tersebut. Bahkan apabila tidak ada tindakan dari pihak pemkab Sarolangun maupun pihak kepolisian, maka warga akan melakukan swiping kelokasi PETI yang diduga melakukan pencemaran.

"Kita sudah melakukan hearing dengan pihak DPRD untuk meminta solusi, bagaimana aktivitas PETI ini segera di hentikan, kalau tidak solusi maka warga yang membuat tindakan sendiri," katanya lagi.

Sementara, Anggota DPRD Sarolangun, Muslim mengatakan bahwa gejolak masyarakat Lubuk Bedorong tersebut dilatar belakangi niat masyarakat untuk menjaga Sungai Sipa agar tidak tetap terjaga kelestariannya.

“Sungai Sipa itu dari nenek moyang kita itu lumbungnya emas,Jadi masyarakat itu ingin melindungi kelestarian itu," ungkap Muslim.

Menurutnya, satu satunya Sungai di Kecamatan Limun yang masih lestari adalah sungai Sipa, jika sungai itu juga dirusak, maka sudah tidak ada lagi sungai di Kecamatan Limun yang masih lestari.

"Jadi wajar saja lah masyarakat Lubuk Bedorong itu menolak dan bahkan tersebut mengusir warga lain yang ingin menambang emas di Sungai Sipa," katanya lagi

Lanjutnya, meski Hulu Sungai sipa berada cukup jauh dari Desa Lubuk Bedorong, yakni butuh waktu sekitar dua hari satu malam berjalan untuk sampai ke hulu sungai, namun masyarakat Lubuk Bedorong tetap akan mengambil tindakan apabika tidak ada solusi yang diharapkan.

"Kita berharap aparat keamanan cepat tanggap terhadap permasalahan PETI yang ada di desa Lubuk Bedorong, karena ini sudah menjadi keluhan dan gejolak masyarakat satu desa," tegasnya. (wel)

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA